Menjadi mahasiswa adalah keinginanku saat aku menduduki kelas akhir
disekolah menengah atas. Dan akhirnya keinginanku diizinkan Allah sehingga aku
akhirnya di terima di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Brawijaya jalur
SNMPTN Undangan dan mendapatkan beasiswa. Sungguh indah rencana Allah
terhadapku sehingga dia memberikan jalan yang paling indah dalam hidupku.
Berangkat dari
sebuah pulau di perbatasan, ku tinggalkan semua kenanganku di pulau itu.
Kenangan indah ku dari kecil hingga ku besar, serta perjuanganku mendapatkan
beasiswa kuliah. Ku bawa semua doa dan harapan dari seluruh keluargaku yang
melepaskan aku untuk menuntut ilmu di daerah timur Pulau Jawa. Dan kubawa
semangat dan harapanku kesana demi mewujudkan impianku dan impian keluargaku.
Batam, kutinggalkan kau dan kelak kan ku bangun engkau menjadi sebuah negeri
madani.
Brawijaya dalam
pandanganku pertama kali adalah Kampus yang sangat besar dengan bangunannya
yang besar serta memiliki nama yang besar pula dikalangan
kampus-kampus
di Indonesia.
Aku sangat bangga bisa diterima di universitas ini. Sebagai seorang anak
perempuan yang memberanikan diri merantau jauh dari keluarga untuk menuntut
ilmu, menjadi mahasiswa universitas ternama, mendapatkan beasiswa, semua itu
telah membuatku lupa diri akan artinya “merantau” dan “menuntut ilmu” yang
sesusngguhnya. Merantau bukan hanya berarti pergi dari daerah kelahiran dan
hidup sendiri. Sedangkan menuntut ilmu bukan hanya datang ke kampus
mendengarkan dan memperhatikan dosen serta mengerjakan tugas. Semua itu aku
pahami setelah perjalanan satu semester di kampus biru Universitas Brawijaya
ini. Sebuah kampus dimana aku menggatungkan harapanku dan perjuanganku disana.
Mengadapi ospek
adalah salah satu ucapan “selamat datang”
bagi setiap kampus untuk menyambut para mahasiswa baru. Aku melewati ospek
dengan dua tahap, universitas dan fakultas. Di universitas, banyak sekali
materi-materi awal tentang perkuliahan, organisasi, serta pengalaman-pengalaman
dari senior tentang menjadi mahasiswa sejati. Kalau di fakultas, materinya
lebih ke disiplinan dan kreatifitas mahasiswa. Sehingga seakan-akan ketika di
universitas aku membayangkan nantinya aku lah yang beridiri didepan sana dan
mengatakan kata-kata motivasi ke pada juniorku dan menceritakan
pengalaman-pengalamanku ketika aku memenangkan suatu lomba, atau ketika aku
menjadi perwakilan kampus dalam ajang internasional. Semua itu terbang melayang
dipikiranku bersama harapan-harapanku yang lainnya. Dan saat difakultas aku
membayangkan aku menjadi mahasiswa yang sukses dengan berwirausaha yang didanai
oleh Dikti serta menjadi aktivis kampus yang mempunyai banyak kegiatan.
Semuanya sudah tergambar jelas dalam benakku berbaur menjadi harapan.
Setidaknya bayang-bayang ataupun harapan itu telah mengobati
kelelahanku saat mempersiapkan bahan-bahan untuk ospek yang menyulitkan sekali.
Aku harus mencari bahan-bahannya, mendesain, menggunting, serta
menempel-menempel atribut-atributnya sendiri. Aku merasakan beratnya hidup
merantau saat itu, ketika orang tua atau pun saudara
tidak ada didekatku untuk membantu. Aku berusaha
semuanya sendiri. Dan ini adalah latihan pertama untukku menyelesaikan semuanya
sendiri. Yah
karena pada hakikatnya semua ini untuk menuju mandiri. Belum lagi tugas menulis
essay yang belum selesai dan istirahat yang kurang, membuat penderitaanku
semakin lengkap dengan semua kesendirianku. Tanpa keluarga, saudara, dan
pastinya teman. Tidak mungkin aku menyuruh teman sebelah kosan yang baru aku
kenal seminggu. Dan nikmatnya penderitaan itu bagiku sekarang adalah sebuah
proses dan perjuangan yang membuatku tegar saat ini. Setidaknya
itu hanyalah awal dari pahit manisnya
“merantau” dan perjuangan “menuntut ilmu”. Terima kasih wahai kampus
tercinta atas ucapan selamat datang yang mendewasakanku pada akhirnya. Harapanku
saat itu adalah menyelesaikan tugas dan mengakhiri ospek dengan lancar, cukup
sederhana bukan.
Setelah masa ospek berakhir, bukan main lega rasanya hatiku.
Sekarang tinggal fokus untuk menuntut ilmu dan mengikuti berbagai macam
aktifitas di organisasi. Aku sudah mempunyai beberapa teman walaupun belum
begitu dekat. Kebudayaan yang menghambatku untuk cepat bersosialisasi dengan
baik kepada teman-teman kelasku yang lain. Kadang aku merasa lebih baik sendiri
dari pada mempunyai teman yang tidak mengenalku secara baik. Tapi itu adalah
kesalahan besar, aku menutup diriku dari teman-teman lain yang bagiku asing.
Padahal yang asing bukanlah mereka, tapi aku. Aku yang datang ke daerah mereka
yang mempunyai bahasa, budaya, dan adat istiadat yang tentu sangat berbeda
dariku. Oh Brawijaya, bantu aku menghadapi perbedaan ini, itu
harapanku selanjutnya.
Tugas mulai menumpuk, quis dan UTS segera menyusul. Aku dan diriku
mulai fokus kesana. Sempat berinteraksi dengan teman lain, namun tidak banyak
yang menimbulkan kedekatan. Aku tidak terlalu memikirkan, namun sebenarnya itu
membuatku malas untuk kuiah. Selain itu organisasi-organisasi yang kuimpikan
sejak awal malah tidak ku pedulikan. Yang aku tahu hanyalah menyelesaikan tugas
dengan cepat dan mendapatkan nilai dengan baik. Namun ternyata ada yang kurang
dalam diriku karna hal itu. Aku mulai mencari apa sebenarnya keinginan dan
harapanku sejak awal. Ada yang tidak beres dari diriku. Bukan mereka yang harus
beradaptasi. Tapi akulah yang harusnya beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Aku jadi ingat salah satu pepatah dari orang tuaku “dimana bumi dipijak disitu
langit dijunjung”. Aku tinggal di Jawa maka aku harus mengetahui dan
mempelajari bagaimana kultur Jawa. Sehingga dengan itu semua, aku
mulai membuka diri dan akhirnya seperti
sekarangini,
aku bahagia memiliki teman yang banyak. Dan ternyata kultur yang berbeda tidak
membatasi kami dalam pertemanan. Seiring dengan lancarnya pertemanan, suka duka
tugas kuliah pun berhasil ku atasi dengan lancar. Hingga pada akhirnya
kehidupanku menjurus hanya kepada kosan-ngampus-tugas-teman-jalan. Brawijaya,
terima kasih kau telah menunjukkan bagaimana cara untuk beradaptasi.
Tiga bulan sudah ku lalui disini, di negeri orang kata orang tuaku.
Budaya serta masyarakatnya sudahku kenal baik. Selain itu dunia kampus juga ku
geluti dengan santai, walaupun kadang juga harus ngebut untuk menyelesaikan
tugas. Bermain dan jalan-jalan dengan teman melengkapi itu semua. Aku sudah
mulai nyaman disini, dan melupakan kerinduanku untuk pulang ke Batam.
Aktivitasku bertambah juga setelah aku mengikuti beberapa organisasi mahasiswa.
Ternyata banyak pelajaran dan wawasan yang tidak pernah diajarkan di kampus.
Disana aku makin banyak teman, pengetahuan, serta wawasan. Selain itu semakin
banyak canda tawa dihidupku. Yah, walau terkadang karena sibuk organisasi
membuat kuliah keteteran. Namun seiring waktu aku sudah memprioritaskan mana yang
paling utama, sehingga sekarang berjalan stabil. Saat itu, dimana semua
berjalan lancar, aku hanya berharap semua ini
tidak hanya berakhir disini. Masih harus ada yang ditingkatkan, masih ada
pencapaian yang harus dikejar. Aku harus mulai menata masa depanku, aku harus
mengembangkan potensiku, dan aku harus mempunyai target-target ke depannya yang
lebih untuk kesuksesanku. Memang agak terdengar ambisius, tapi itu yang
membuatku terpacu. Banyak yang harus ku capai sejak saat itu hingga kini.
Memang manusia tidak pernah puas, itulah hakikat dasar manusia bukan.
Aku mendalami filsafat, itu adalah salah satu mata kuliah yang aku
senangi. Aku mengikuti organisasi dibidang karya tulis dan agama. Aku mengikuti
beberapa kepanitiaan sebuah kegiatan. Aku aktif juga di
organisasi diluar kampus. Aku aktif di himpunan
jurusanku. Dan yang utama aku aktif dengan kuliahku di kelas.
Itu semua mendorongku dalam menjalani semseter I ini dengan membuahkan hasil IP
yang memuaskan. Untuk pertama kalinya yang bisa membuat keluargaku bahagia atas
kepergianku adalah IP yang aku miliki. Setidaknya sekarang dan hingga nanti
akan ku kirimkan selalu kebahagiaan
untuk mereka dengan prestasi-prestasiku yang lain dari Universitas ini. Amin
Dan sekarang aku sudah menjalani semester II, walaupun katanya
semester-semester awal mahasiswa memang masih semangat, aku tidak ingin
semangatku ini luntur seiring dengan bertambahnya semester. Aku ingin menjadi
mahasiswa soleha dan selalu menjaga
agamanya. Aku ingin aktif membuat tulisan, dan menjadi penulis handal. Aku
ingin menjadi mahasiswa dengan penuh prestasi yang membanggakan. Aku ingin
menajdi mahasiswa yang aktif di organisasi yang tidak mau menjadi
mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang). Aku ingin menjadi
mahasiswa yang sukses dengan wirausahanya. Aku ingin menjadi teman yang
menyenangkan. Selain itu aku ingin menjadi anak yang berbakti pada kedua orang
tuanya. Aku ingin menjadi mahasiswa yang membanggakan organisasi yang aku
ikuti. Aku ingin menjadi mahasiswa yang bisa mengharumkan nama himpunan,
jurusan, fakultas, dan universitas. Aku ingin menjadi itu semua. Aku ingin
menjadi diriku yang seperti itu. Ya Allah, biarkan hamba mengutarakan itu
semua, dan engkau mengabulkannya kelak.
Dan itu semua akan dan sedang ku wujudkan bersama almamater kebanggaanku di satu tempat sebagai naungan terindah. Yaitu di bawah Panji
Brawijaya Malang Jawa
Timur di bumi Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar