Dalam perkembangan
Teori Pembangunan, kemunculan sebuah teori diikuti dengan kritik yang menolak
teori tersebut. Seperti halnya Teori Modernisasi yang muncul diawal, mendapat
kritik dari Teori Dependensi Klasik yang muncul selanjutnya. Dan Teori
Dependensi Klasik juga mendapatkan kritik, sehingga memunculkan Teori
Dependensi Baru sebagai penyempurnaannya. Hal ini yang disebut Hegel sebagai
dialektika. Ketika ada suatu tesis yang menunjukkan suatu fenomena tertentu,
maka pasti akan memunculkan anti tesis yang melawan fenomena tersebut. Sehingga
apabila tesis dan antithesis disandingkan maka menghasilkan sintesis yang
merupakan hasil penarikan dari dua diskursus tersebut.
Jika kita
melihat Teori Modernisasi sebagai tesis dan Teori Dependensi Klasik menjadi
antitesis, maka kemunculan Teori Dependensi Baru sebagai sebuah sintesisnya.
Atau untuk menjelaskannya, maka perhatikan meta konsep berikut:



Sintesis Teori Dependensi Baru
Jika
dalam Teori Modernisasi, sudut permasalahan pembangunan lebih banyak dari sudut
kepentingan Amerika Serikat. Sedangkan Teori Dependensi Klasik memiliki posisi
yang sebaliknya, lebih menitikberatkan pada persoalan keterbelakangan dan
pembangunan Negara Dunia Ketiga. Maka Teori Dependensi Baru melihat
permasalahan pembangunan dengan menitikberatkan dinamika antar hubungan Negara
maju dengan Negara Dunia Ketiga. Selain itu, Dependensi Baru juga merupakan penyempurnaan
Teori Dependensi Klasik atas kritik yang dilontarkan pada Teori Dependensi
Klasik.
Menurut
Chilote dalam bukunya Teori Perbandingan
Politik: Penelusuran Paradigma, banyak penulis menemukan bahwa upaya-upaya
untuk mengidentifikasi penjelasan-penjelasan pembangunan yang netral adalah
bersifat statis, dan ini menjadikan perhatian diletakkan pda perubahan. C.S.
Whitaker, Jr (1976) merujuk pada “dialektika perubahan pembangunan,” sama
seperti penjelasan saya diatas.
Ada
beberapa tokoh yang melakukan pembaruan dalam teori dependensi atau disebut sebagai teori dependensi baru. Cardoso
merupakan salah satu pencetus awal dari pembaruan dependensi tersebut.
Menurutnya, pola hubungan antara Negara maju dengan Negara Dunia Ketiga yang
menghasilkan ketergantungan tidak hanya berfokus pada keterbelakangan Negara
Dunia Ketiga. Ia menggunakan metode yang ia sebut sebagai historis structural untuk menganalisa situasi konkrit Negara Dunia
Ketiga. Ia cenderung untuk mengarahkan asal-mula timbulnya ketergantungan Dunia
Ketiga sekaligus melihat arah perubahnnya.
Selain
itu, menurut Cardoso tidak sepenuhnya factor ekstern sebagai penyebab utama
ketergantungan. Adanya hubungan antara factor ekstern dan factor intern yang
membangun struktur ketergantungan hingga pada akhirnya membentuk kelas dominan.
Sudut pandangnya bukan pada dimensi ekonomis seperti dependensi klasik. Cardoso
lebih tertarik terhadap aspek social-politik dari ketergantungan, khususnya
pada perjuangan kelas dan konflik kelompok, serta pergerakan politik.
Cardoso
juga melihat ketergantungan tidak hanya menimbulkan keterbelakangan terhadap
Negara Dunia Ketiga. Ketrergantungan berpeluang juga menjadikan sebuah proses
yang memiliki berbagai kemutakhiran akhir yang terbuka. Dalam penjelasan
tersebut, struktur ketergantungan akan memberikan batas ruang lingkup
kemungkinan perubahan, apabila terjadinya pergerakan perjuangan kelas dengan
campur tangan Negara. Bisa dilihat bahwa dalam teori dependensi ini, perspektif
Cardoso cenderung pada aliran marxis. Dan pada analisisnya bahwa pembangunan
dan ketergantungan mewujud secara bersama-sama, Karena itu muncul situasi
ketergantungan yang lebih dinamis yang ia sebut sebagai situasi pembangunan
yang bergantung (associated-dependent
development).
Pendekatan
Cardoso adalah anti-imperialisme, namun apakah Marxis murni ? Cardoso mungkin
membenarkan saat menanggapnya, berpendapat bahwa gagasannya merupakan
pembaharuan landasan teori yang disusun oleh Marx dan Lenin.
Ada
beberapa tokoh lain yang mengembangkan pemikiran Cardoso ke dalam sebuah
realita hubungan antar negara. Salah satu diantaranya adalah Gold yang membahas
tentang Pembangunan dan Ketergantungan Dinamis di Taiwan. Gold disini lebih
berbeda dari yang lain. Dia cenderung melihat dimensi dinamika pembangunan dibanding
dengan dimensi ketergantungannya dalam pembangunan suatu negara, terutama
tentang pembangunan politik-ekonomi di Taiwan sebagai objek studinya. Gold
mencoba menggunakan konsep dependensi dalam analisisnya terhadap pembangunan di
Taiwan. Selain Gold dengan pembangunan Taiwan, ada lagi Koo yang membahas
tentang Korea Selatan. Pemikiran Koo hampir sama dengan Gold dalam mengambil
konsep teori dependensi untuk menganalisis pembangunan di suatu Negara. Namun
Koo lebih melihat pada pola interaksi yang bersifat terus-menerus dalam suatu
Negara, kelas social dan system dunia
dimana dalam hal ini objek studinya adalah Negara Korea Selatan.
Selain
itu Mas’oed dengan NBO-nya (Negara Birokratik Otoriter) berpendapat bahwa
Negara yang otoriter adalah penentu dalam kemajuan pembangunan. Intervensi
Negara secara menyeluruh akan mempengaruhi pembangunan suatu Negara. Apalagi
hal tersebut didukung oleh kekuatan militer Negara tersebut. Tidak ada yang
menghambat pergerakan pembangunan dan akan mempercepat pertumbuhan dalam
pembangunan. Pemikirina Mas’oed seperti halnya komunis (marxis). Membentuk
sebuah Negara yang dipimpin oleh seorang yang otoriter menurutnya sangat ampuh
dalam mengatasi ketergantungan dalam pembangunan.
Ada
beberapa kekurangan dalam teori dari tokoh-tokoh tersebut. Dalam penjelasan
Cardoso, ia berpendapat bahwa stabilitas ekonomi yang mempengaruhi pembangunan.
Dimana dari penjelasannya bahwa aspek politik-ekonomi dari ketergantungan
sangat berpengaruh. Apalagi dia menganalisanya dengan perjuangan kelas dan
konflik kelompok. Dengan kata lain, aspek politik cenderung labil dan sangat
dipengaruhi kepentingan tertentu. Sehingga pembangunan yang terjadi malah
semakin bersifat inklusif pada satu kelompok. Dan sebenarnya politik-ekonomilah
yang membuat ketergantungan semakin parah. Jikalau dalam pembangunan ada
kepentingan-kepentingan individu, sudah tentu yang diuntungkan hanyalah sebelah
pihak saja bukan ? Ini adalah perspektif liberal menurut saya. Jadi membiarkan
mekanisme pasar yang berlangsung. Yang mempunyai modal baik politik maupun
ekonomi yang akan menang dalam proses pembangunan.
Selain
itu, Teori Dependensi baru Cardoso sebagian merupakan tanggapan atas tidak
memadainya asumsi-asumsi yang bergantung pada kebangkitan kaum borjuis nasional.
Dengan pandangan bahwa pembangunan kapitalis seungguh dapat terjadi dalam
ketergantungan, Cardoso mencoba menghindari interpretasi-interpretasi
deterministic. Bukannya memanfaatkan kelas sebagai inti konsepnya, melainkan ia
berfokus pada hubungan-hubungan structural beragam kelompok, dan ia melewatkan
peran perjuangan kelas.
Kritik
selanjutnya yaitu teori dependensi baru inia cenderung melihat kelas internal
dalam hubungan-hubungan politik utamanya terstruktur oleh modal eksternal,
disaat bersamaan teori ini tidak memberikan perbedaan-perbedaan nasional. Dan
masih banyak lagi kritik-kritik dari beberapa tokoh terkait teori ini.
Jadi,
kesimpulannya, teori ketergantungan baru ini mencerminkan kurangnya kejelasan
konseptual dalam interpretasi-interpretasi para penulisnya.
Daftar
Pustaka:
Chilote,
Ronald H. 2010. Teori Perbandingan Politik: Penelusuran Paradigma. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada
Sumarsono
& Alvin Y. 2006. Perubahan Sosial
& Pembangunan. Jakarta: LP3ES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar